Kadang situasi ini terasa cukup familiar. Kita lagi mau terbang ke kota lain, lalu tiba-tiba ada teman yang bilang, “Eh sekalian dong bawain makanan ini ke sana.” Awalnya terdengar gampang, cuma bawa makanan saja. Tapi kenyataannya, bandara punya aturan yang cukup ketat soal barang bawaan, termasuk makanan.
Banyak orang baru sadar ketika sudah di bagian pemeriksaan keamanan. Ada makanan yang harus dibuang, ada yang tidak boleh masuk kabin, bahkan ada yang sama sekali tidak boleh melewati bandara. Jadi sebelum menerima titipan makanan dari teman, ada baiknya kita tahu dulu jenis makanan apa saja yang sebaiknya tidak dibawa.
Selain menghindari masalah di bandara, ini juga supaya perjalanan kita tetap nyaman tanpa drama tambahan.
Makanan Berkuah atau Cair
Salah satu jenis makanan yang paling sering bermasalah di bandara adalah makanan yang mengandung cairan. Contohnya seperti sup, kuah bakso, soto, saus dalam jumlah besar, atau makanan yang dibungkus dengan kuah.
Di banyak bandara, aturan cairan cukup ketat, terutama untuk barang bawaan kabin. Biasanya cairan dibatasi sekitar 100 ml per kemasan. Kalau makanan yang dititipkan berupa kuah atau saus dalam wadah besar, kemungkinan besar akan diminta untuk dibuang saat pemeriksaan keamanan.
Jadi kalau teman nitip makanan berkuah, jujur saja lebih baik ditolak dengan halus.
Buah dengan Aroma Sangat Menyengat
Beberapa buah memiliki aroma yang sangat kuat. Contoh paling terkenal tentu saja durian. Walaupun banyak orang menyukainya, durian justru termasuk makanan yang sering dilarang dibawa ke pesawat atau bandara tertentu.
Aromanya yang tajam bisa mengganggu penumpang lain. Bahkan beberapa maskapai secara jelas melarang membawa durian, baik dalam kabin maupun bagasi.
Selain durian, beberapa buah fermentasi atau buah yang sudah terlalu matang juga bisa menimbulkan bau menyengat selama perjalanan.
Makanan yang Mudah Basi
Ada juga jenis makanan yang sebenarnya boleh dibawa, tapi sangat berisiko karena mudah basi. Misalnya nasi dengan lauk basah, seafood segar, makanan santan, atau masakan rumahan yang tidak tahan lama.
Perjalanan udara sering kali memakan waktu cukup lama. Belum lagi waktu menunggu di bandara, transit, atau perjalanan menuju tujuan akhir. Kalau makanan tersebut basi di tengah perjalanan, bukan cuma tidak bisa dimakan, tapi juga bisa menimbulkan bau di tas.
Makanya banyak orang yang akhirnya memilih membawa makanan kering saja saat bepergian.
Produk Makanan Segar atau Mentah
Ini juga sering jadi masalah besar, terutama kalau kita terbang ke luar negeri. Banyak negara punya aturan ketat mengenai makanan segar seperti daging mentah, ikan segar, buah, sayur, atau produk pertanian lainnya.
Tujuannya sebenarnya untuk mencegah masuknya penyakit tanaman atau hewan dari luar negara. Jadi kalau kita membawa makanan jenis ini tanpa izin khusus, kemungkinan besar akan disita saat pemeriksaan bea cukai.
Kadang bukan cuma disita, tapi juga bisa dikenakan denda kalau melanggar aturan negara tujuan.
Makanan dengan Kemasan Tidak Aman
Hal yang sering dianggap sepele adalah kemasan makanan. Banyak makanan titipan dibungkus seadanya, misalnya hanya plastik tipis atau kotak makanan biasa.
Masalahnya, perjalanan udara melibatkan banyak perpindahan barang. Tas bisa tertindih, terguncang, atau berpindah-pindah selama perjalanan. Kalau kemasannya tidak kuat, makanan bisa hancur atau bocor di dalam tas.
Kalau sudah begini, bukan cuma makanannya yang rusak, tapi barang lain di dalam tas juga bisa ikut kotor.
Kadang Lebih Baik Menolak Titipan
Dari pengalaman banyak orang, menerima titipan makanan saat bepergian sebenarnya bukan ide pedulitogel yang selalu baik. Apalagi kalau kita tidak tahu aturan bandara atau maskapai yang akan digunakan.
Bukan berarti tidak boleh membantu teman, tapi kita juga harus realistis soal risiko yang ada. Kadang lebih aman menyarankan teman untuk mengirim makanan lewat jasa pengiriman khusus yang memang menangani pengiriman makanan.
Dengan begitu perjalanan kita tetap tenang, dan makanan yang dititipkan juga punya peluang lebih besar sampai dengan kondisi baik.